NIM : 23100273
A. Landasan Teori
Trigger adalah suatu objek dalam basisdata yang terdapat pada bagian tabel. Trigger untuk menempatkan suatu prosedure berkaitan dengan perubahan pada isi tabel. Cara kerja trigger adalah merespon berkaitan dengan perintah DML (INSERT , UPDATE, DELETE) pada tabel.
C. Permasalahan
1. Cara membuat triger
B. Pembahasan
Pembuatan Trigger
Kita dapat membuat trigger dengan perintah CREATE TRIGGER. Berikut adalah syntax lengkapnya :
CREATE
[DEFINER = { user | CURRENT_USER }]
TRIGGER trigger_name trigger_time trigger_event
ON tbl_name FOR EACH ROW trigger_body
[DEFINER = { user | CURRENT_USER }]
TRIGGER trigger_name trigger_time trigger_event
ON tbl_name FOR EACH ROW trigger_body
Keterangan :
- trigger_name : nama trigger.
- trigger_time : kapan kita mengeksekusi trigger, apakah sebelum atau sesudah perubahan pada row data table. Jadi pilihannya adalah AFTER atau BEFORE.
- trigger_event : merupakan event atau peristiwa yang menyebabkan trigger dilakukan. Pilihan event tersebut adalah INSERT, UPDATE, DELETE.
- tbl_name : nama table.
- trigger_body : statement-statement perintah SQL yang akan dilakukan. Jika perintahnya lebih dari satu maka gunakan dalam blok statement BEGIN ... END.
- Jika DEFINER dispesifikasikan maka kita memutuskan trigger tersebut dijalankan hanya oleh user tertentu (dalam format penulisan user@host). Jika tidak dispesifikasikan, maka user yang melakukan perubahan (CURRENT_USER) adalah pilihan default.
Referensi "OLD" dan "NEW"
Karena trigger digunakan pada saat terjadi perubahan row data, maka kita perlu referensi ke row sebelum dan sesudah perubahan. Untuk ini ada dua alias yang berfungsi untuk hal tersebut yaitu OLD dan NEW.
Sesuai namanya, OLD digunakan untuk referensi sebelum perubahan dan NEW untuk referensi sesudah perubahan.
Contoh Penggunaan : Trigger After Delete
Contoh Penggunaan : Trigger After Delete
Berikut adalah contoh penggunaan trigger untuk event setelah penghapusan (AFTER DELETE) pada table "tr_penjualan" - database phi_minimart. Langkah yang akan kita lakukan adalah sebagai berikut :
- Kita akan membuat satu table audit dengan nama "tr_penjualan_hapus" yang berisi row-row yang dihapus dari table "tr_penjualan" dengan tambahan dua field, yaitu tanggal penghapusan (tgl_perubahan) dan user MySQL yang melakukan hal tersebut (nama_user).
Berikut adalah perintahnya :
USE phi_minimart;
CREATE TABLE `tr_penjualan_hapus` LIKE `tr_penjualan`;
ALTER TABLE `tr_penjualan_hapus` ADD
(
`tgl_perubahan` DATETIME,
`nama_user` VARCHAR(200)
); - Tahap berikutnya adalah membuat trigger yang akan melakukan populasi data yang dihapus dari "tr_penjualan" ke table "tr_penjualan_hapus".
Berikut adalah perintahnya :DELIMITER |
CREATE TRIGGER hapus_tr_penjualan AFTER DELETE
ON tr_penjualan FOR EACH ROW
BEGIN
INSERT INTO tr_penjualan_hapus
( tgl_transaksi,
kode_cabang,
kode_kasir,
kode_item,
kode_produk,
jumlah_pembelian,
tgl_perubahan,
nama_user
)
VALUES
( OLD.tgl_transaksi,
OLD.kode_cabang,
OLD.kode_kasir,
OLD.kode_item,
OLD.kode_produk,
OLD.jumlah_pembelian,
SYSDATE(),
CURRENT_USER
);
END;
|
DELIMITER ;
Tidak ada komentar:
Posting Komentar